YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Sampai saat ini ramai diperbincangkan orang soal Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud, yang digagas Mendikbud, Nadim Makarim sebagai tindak lanjut penggantian Ujian Nasional (UN) menjadi asesmen kompetensi dan survei karakter dengan numerasi dan literasi menjadi poin penting yang diujikan.
Anggota DPD RI Dapil DI Yogyakarta, Afnan Hadikusumo menjelaskan, program ini mencoba mengajak organisasi masyarakat (Ormas) di bidang pendidikan untuk berlomba membuat pelatihan yang ditargetkan untuk guru dan kepala sekolah.
Menurut Afnan, guru dan kepala sekolah dituntut harus menguasai numerasi dan literasi dalam pembelajaran.
"Ormas pun diminta membuat rencana pelatihan guru di dua bidang ini melalui seleksi organisasi penggerak," papar Afnan.
Dijelaskan Afnan, organisasi yang terpilih akan menyelenggarakan program rintisan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah di bidang literasi dan numerasi selama dua tahun ajaran, yaitu 2020 hingga 2022.
