Rencananya untuk menjalankan program ini, Kemendikbud menggelontorkan dana hingga Rp 595 Miliar, di antaranya dihibahkan kepada Ormas yang lolos seleksi untuk melaksanakan pelatihan.

Besaran dana yang diberikan itu dikelompokkan dalam tiga kategori seleksi. Pertama, Kategori Gajah, bakal dapat dana hingga Rp 20 Miliar per tahun dengan target pelatihan ke lebih dari seribu sekolah. Kedua, Kategori Macan, akan dapat dana Rp 5 Miliar per tahun dengan target 21-100 sekolah serta Kategori Kijang yang akan mendapat dana Rp 1 Miliar untuk target 5-20 sekolah.

"Pasca seleksi oleh pihak kementerian, muncullah persoalan baru," kata Afnan Hadikusumo, Senin (27/7/2020).

Diketahui, ada dua yayasan CSR atau Corporate Sosial Responsibility yang lolos seleksi dengan kategori Gajah: Yayasan Tanoto Foundation dan Yayasan Sampoerna. Keduanya lolos seleksi sebanyak dua kali, yakni pelatihan guru SMP dan SD.

Kata Afnan, kriteria pemilihan yang tidak membedakan antara lembaga CSR dan organisasi masyarakat, menimbulkan protes.