"Termasuk kepada semua yang berkepentingan, seperti konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan juga lingkungan dalam segala aspek operasional yang melingkupi aspek ekonomi, sosial dan lingkungan," kata Afnan.
Dijelaskannya, program ini biasanya banyak dilakukan untuk menambah image kemajuan dan juga perkembangan perusahaan tersebut.
Berbeda dengan Ormas yang maksud dan tujuan didirikannya dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan bersifat nonprofit atau tidak mencari untung.
"Sehingga wajar saja jika Muhammadiyah yang memiliki ribuan amal usaha pendidikan di seluruh Indonesia undur diri dari POP Kemendikbud," kata Afnan yang menambahkan Muhammadiyah sudah bergerak di bidang pendidikan sejak negeri ini belum berdiri.
Dijelaskan Afnan, sebagai organisasi yang sudah tua dan telah merasakan asam garam dunia pendidikan, tentu memiliki Social Feeling yang kuat tentang masa depan pendidikan di Indonesia jika POP ini dijalankan dengan melibatkan pihak CSR.
