Beliau menjawab, “Tidak diragukan lagi, bahwa doa memiliki pengaruh untuk mengubah apa yang telah ditetapkan Allah. Akan tetapi, perubahan karena sebab doa itu pun sebenarnya telah ditetapkan Allah sebelumnya. Janganlah engkau mengira bahwa apabila engkau telah berdoa, berarti engkau meminta sesuatu yang belum ditetapkan. Akan tetapi, doa yang engkau panjatkan itu hakikatnya telah ditetapkan dan apa yang terjadi karena doa tersebut juga telah ditetapkan".

Oleh sebab itu, terkadang kita menjumpai seseorang yang mendoakan kesembuhan orang yang sakit, kemudian sembuh.

Dalam sebuah kisah, sekelompok sahabat diutus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam singgah bertamu di suatu kaum, tetapi kaum tersebut tidak mau menjamu mereka.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menakdirkan seekor ular menyengat pemimpin kaum itu. Lalu mereka mencari orang yang bisa membacakan doa agar sembuh.

Kemudian para sahabat mengajukan persyaratan upah tertentu untuk membacakan doa kesembuhan kepada pemimpin kaum itu. Kemudian kaum itu memberikan sepotong kambing, maka berangkatlah salah seorang dari sahabat untuk membacakan al-Fatihah untuknya. Maka, hilanglah racun tersebut seperti unta terlepas dari ikatannya. Maka, bacaan doa tersebut berpengaruh menyembuhkan orang yang sakit.