Baca Juga: Dua Remaja Diringkus Diduga Gunakan Bom Rakitan untuk Tangkap Ikan di Kolaka
“Saya akan coba ceritakan bagaimana bisa terjadi semuanya. Jujur saya sangat-sangat sedih, kecewa, tidak tahu harus bagaimana di posisi tersebut. Semua berawal saat saya masuk MAN 1 Gorontalo. Saya seorang yatim piatu seperti yang saya sampaikan,” tuturnya.
PPT bercita-cita ingin melanjutkan kuliah setelah lulus MAN. Namun setelah mulai sekolah di MAN tersebut, pada suatu saat dirinya mendapat pelecehan verbal dari oknum guru DH. PPT mengaku tak terlalu menggubris perbuatan sang oknum guru.
“Pada suatu hari, saya mulai mendapatkan pelecehan verbal. Dengan ucapan-ucapan tidak pantas dari guru (DH), namun lama-kelamaan mulai menyentuh seperti pundak, merangkul, dan lainnya,” kenang PPT.
PPT menganggap sikap DH masih wajar seperti seorang ayah kepada anak. Ia mengaku belum paham tentang kasih sayang yang sesungguhnya. Ternyata, anggapannya tersebut salah, ketika DH mulai sering memeluknya bahkan menyentuh bagian intim korban.
