“Ternyata penilaian saya salah saat saya mulai dipeluk, disentuh bagian vital dan (yang) lain,” katanya.

Saat itu juga, PPT ingin menceritakan kejadian tersebut, namun ia tak memiliki orang tua. Sementara bercerita kepada temannya pun ia ketakutan. PPT mengaku sempat berniat melaporkan perbuatan DH kepada guru lainnya. Namun ia tak memiliki bukti terkait perbuatannya.

“Di pikiran saya saat itu jika saya lapor saya yang tidak dipercayai oleh guru lain dan siapapun karena saya tidak memiliki bukti apapun lalu saya dikeluarkan dari sekolah,” ujarnya.

PPT juga mengaku takut dikeluarkan dari sekolah apabila dirinya melaporkan perbuatan DH ke pihak sekolah.

“Jika saya dikeluarkan, saya tidak mempunyai harapan dan cita-cita pupus. Walau saya benar sakit hati, kecewa, marah bercampur menjadi satu,” ujar PPT.