Agaknya, sajian dan bagaimana menyajikannya tadi, ditempuh setelah mempertimbangkan kemajuan teknologi yang patut disaring oleh pengelola dan para penikmatnya –sehingga tidak justru tanpa “reserve” malah mendorong kegilaan pengunjung kepada sekadar mudah dan cepat. Artinya, di Indonesia museum telah ikut mengajak pengunjung untuk berbudaya baik dalam berpikir sebelum berbagi (thingking before sharing).
Maka, jadilah museum sebagai tempat yang layak dikunjungi dengan menyenangkan untuk memetik nilai-nilai dan budaya yang luhur dari bangsa yang sesungguhnya sangat beradab ini. Bukankah dari para orangtua masih kerap terdengar kalimat, “Bangsa beradab itu, bangsa yang berbudaya”.
Pada eksistensi museum terkandung maksud mendidik dengan inovatif dalam suasana yang rekreatif. Sehingga, darinya ada nilai-nilai yang tanpa terasa dapat dipetik dan dihayati. Sepulang mengunjungi museum, tersimpan kesan yang mendalam dibenak para pengunjung!
Simpulnya, museum menjadi pusat tujuan yang tidak membosankan, sehingga mampu ikut berkontribusi membangun anak-anak bangsa!
Pencerahan
