"Kami yakini, bupati sangat mendukung KONI. Keputusan yang akan dilahirkan KONI pun dapat diterima semua Cabor, sehingga nantinya bisa berprestasi di Porprov, bahkan bisa meraih juara umum," terangnya.

Baca Juga: Adaptasi Era Didital, Guru Madrasah Konawe Dapat Pelatihan TIK

Ditundanya Musorkablub KONI, buntut dari penyegelan rumah jabatan (Rujab) bupati yang menjadi lokasi pemilihan. Pintu pagar Rujab digembok. Hal itu diduga ada kaitanya dengan digugurkannya salah satu bakal calon (Balon) Ketua KONI, La Ode Abdul Salam akibat tidak memenuhi dukungan 30 persen atau 11 Cabor.

Salam yang tak lain adalah Ketua Cabor PTMSI merasa sengaja dijegal untuk maju bertarung. Karena, dari tujuh Cabor yang mengeluarkan dukungan ganda, tim penjaringan tidak melakukan konfirmasi pada masing-masing ketua Cabor.

Sementara itu, Hafid Ndoasa, Ketua Panitia Penjaringan Balon Ketua KONI mengaku, sudah melakukan upaya konfirmasi. Namun, dari beberapa ketua Cabor, sulit dihubungi.