Karenanya sebagai tanda jasa, tentu tak berlebihan jika mereka mendapat insentif yang layak dan juga lancar. Karena jika menilik hitungan rupiah sesungguhnya apa yang mereka dapatkan tak akan bisa disandingkan dengan risiko yang akan mereka peroleh. Dari itu para Nakes tidak hanya dituntut memiliki fisik yang kuat, tetapi psikis yang baik pula dalam menghadapi tugas yang diembannya.

Di samping itu, penting untuk memperhatikan tata kelola kesehatan anti kolaps, karena akan berdampak pada sehatnya sektor ekonomi. Demikian pula sebaliknya, pengelolaan ekonomi yang tidak kapitalistik akan berdampak pada pulihnya sistem kesehatan saat ini.

Karena itu, pemenuhan hak para Nakes seharusnya menjadi fokus utama pemerintah. Seperti persoalan insentif yang merupakan hak yang seharusnya dibayarkan bagi mereka yang telah berjuang untuk menangani pasien COVID-19.

Dari itu penting menjaga kesehatan fisik dan metal bagi para Nakes, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih baik dan maksimal. Sebab, sangat tak bijak saat mereka dituntut bekerja maksimal, sementara persoalan insentif masih seret mereka dapatkan. Karenanya jangan sampai karena persoalan insentif yang seret dapat membuat para Nakes ambyar, sehingga dunia kesehatan menjadi buyar.

Dengan demikian, seyogianya para pembuat kebijakan perlu memperhatikan insentif para Nakes, baik dari segi jumlah kelayakan, terlebih kelancaran dalam penerimaan dana tersebut.