JAKARTA, TELISIK.ID - Baru saja Peraturan Pemerintah No: 57/2021 tentang Standar Nasional Pendidikan diprotes karena tak mencantumkan mata pelajaran Pancasila.

Kini, giliran Kemendikbud diprotes oleh warga nahdiyin lantaran Kamus Sejarah tak memasukkan nama Hadratusyeh KH Hasyim Asy'ari pendiri Ormas Islam terbesar dan berjasa bagi kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan Indonesia itu.

"Sebagai penggemar sejarah, saya sendiri belum membaca langsung. Saya dapat info dari sesama teman LKN. Jika benar, harus ada jalan jernih menyelesaikannya. Ini bukan cuma soal nama besar apalagi primordialisme," tanggap Wasekjen Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN), Suryadi, Selasa (20/4/2021) di Jakarta.

Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Universitas Moestopo, Jakarta, Dr Usmar, menginfokan seraya mengirimkan link protes warga nahdiyin dan petinggi PKB kepada Suryadi saat jam sahur di hari yang sama.

Usmar juga mengirimkan Pdf Kamus Sejarah yang diterbitkan oleh Dit Sejarah, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud.