Oleh: Suryadi

Pengamat Budaya dan Teman Dekat Almarhum Nan

DIA bukan pesohor jurnalis. Untuk ukuran Provinsi Lampung, sekalipun. Akan tetapi, di tangannya sesuatu yang ia temukan, berubah menjadi apik dan indah ketika ia tumpahkan dalam sebuah feature. Esoknya, terbit pula di koran atau tabloid Ibu Kota Jakarta.

Keindahan feature-nya, setidaknya menurut saya, memang lebih. Meski, harus dibandingkan dengan karya mereka yang telah lebih dahulu menggeluti jurnalistik di bumi Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai, Bhineka Tunggal Ika).

Koran tempat ia bekerja sebagai jurnalis, selalu menerbitkan berita-berita atau feature kirimannya yang representatif. Tak sekadar bermuatan single narasumber; lengkap menggambarkan realitas lapangan sebagai “jawaban” atas omong-omong formal atau pidato pejabat. Tidak “omong doang” alias omdo, kata anak-anak kini.