Salah seorang warga setempat, Yusfar, saat dihubungi Telisik.id, mengatakan bahwa Festival Budaya Burangasi merupakan salah satu upaya untuk menjalin tali silaturahmi, sesuai dengan perintah Nabi Muhammad.

Di Kecamatan Siompu, Buton Selatan (Busel), perintah nabi ini dikemas dalam bentuk ritual sakral yang disebut Metau'a, atau festival adat tahunan.

Sebelumnya, sekretaris panitia pelaksana, Amir Sarlito, menjelaskan bahwa ritual Metau'a merupakan festival adat tahunan yang dilaksanakan para lembaga adat Siompu di Baruga adat Nggulangula. Dalam festival ini, berbagai ritual dilaksanakan, seperti Tari Kamboto atau Linda selama tiga hari tiga malam.

Pada puncak acara, Tari Linda kembali ditampilkan dengan jumlah 300 penari dalam bentuk kolosal. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Tari Pajoge.

Setelah tari-tarian selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama atau pekande-kandea di dalam Baruga. Dalam acara makan bersama ini, disiapkan 300 talang dengan berbagai sajian menu khas setempat.