Gua ini pertama kali diteliti oleh seorang sejarawan bernama Kosasih S.A. pada tahun 1977. Gua ini terletak kurang lebih 10 km dari pusat kota Raha melalui jalan poros Raha-Mabolu, tepatnya di perbatasan antara Desa Bolo dan Desa Masalili, Kecamatan Lohia.
Untuk mencapainya, dapat menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi selama kurang lebih satu jam perjalanan. Tetapi, untuk mencapai bibir gua, tidak semudah yang dikira.
Memasuki lorong lagi sejauh kurang lebih 2-3 km dengan akses jalan yang kurang memadai, tetapi kita akan tetap terpukau dengan keindahan alam di sekitar jalan masuk. Ketika memasuki areal situs peninggalan Liang Kobori dan Metanduno, gua pertama yang kita temui adalah Gua Metanduno. Gua Metanduno merupakan gua alam yang kita jumpai terlebih dahulu sebelum Gua Liang Kobori.
Baca Juga: Nantikan Fetival Lulo Ngganda Benua Bakal Digelar Oktober, Gali Potensi Budaya Konawe Selatan
Pada gua ini, kita dapat melihat berbagai hasil peninggalan manusia pra sejarah, misalnya saja lukisan-lukisan hewan pada dinding gua serta asap yang menurut pemandu, La Ode Samada, merupakan sisa kegiatan memasak yang dilakukan oleh manusia pra sejarah.
