"Dengan temperatur permukaan jauh di atas titik leleh mineral pembentuk batu biasa, sisi siang planet ini diperkirakan tertutup lautan lava," kata NASA seperti dikutip dari Phys, Minggu (5/6/2022).

"Bayangkan jika bumi jauh lebih dekat dengan matahari. Begitu dekat sehingga satu tahun hanya berlangsung beberapa jam. Begitu dekat sehingga gravitasi mengunci satu belahan bumi secara permanen di siang hari yang membakar dan belahan lainnya dalam kegelapan tanpa akhir. Begitu dekat sehingga lautan mendidih, batu meleleh, dan awan mengeluarkan hujan lava," sambungnya.

Baca Juga: Manfaatkan Energi Terbarukan, ITS Ciptakan Mobil Berbahan Energi Hidrogen

Lebih lanjut, NASA mengatakan, planet seperti ini tidak ditemukan di tata surya kita. Menggunakan teleskop Jame Webb, NASA ingin mencari tahu apakah posisi planet ini terkunci sehingga satu sisi menghadap bintangnya setiap saat, atau berputar sehingga menciptakan siang dan malam.

Hasil pengamatan awal menggunakan teleskop luar angkasa Spitzer milik NASA justru menunjukkan hal misterius yang terjadi di planet 55 Cancri e, karena bagiannya yang paling panas justru tidak menghadap bintangnya secara langsung.