Penjual nasi kuning Makassar, Rahma, mengatakan bahwa ia telah berjualan selama 10 tahun. Setiap hari ia harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan nasi dan berbagai lauk pauk jualannya.

"Saya biasa bangun jam 4.30 (Wita), saya sudah mulai masak nasi dan juga lauk. Biasanya selesai saya masak itu jam 5.30, setelah itu saya langsung menatanya di lemari kaca," tutur Rahma, Selasa (6/1/2025).

Setelah Rahma menyiapkan dagangannya, tidak berselang lama satu per satu para pelanggan mulai berdatangan. Rata-rata para pembeli berasal dari warga sekitar dan juga mahasiswa.

Di tengah maraknya persaingan bisnis nasi kuning, Rahma tetap mempertahankan cita rasa menunya sebagai hidangan sarapan.

Makanan ini bisa ditemukan di berbagai tempat dan menjadikannya pilihan praktis bagi banyak orang yang ingin memulai hari dengan hidangan yang menggugah selera.