Baca juga: Muhasabah: Refleksi Komunikasi Politik di Masa Pandemi

Si A lalu diingatkan, bahwa ia bisa saja terlihat baik baik saja, namun kemungkinan membawa penyakit. Ia bisa saja carrier. Tapi si A tak terima. Ia merasa sehat walafiat.

Tetangga sebelah yang dapurnya bisa dilihat dari jembatan titian mengatakan, si A ini gagal paham. "Ini kan untuk kepentingan orang banyak," omelnya.

Karena si A tak bisa diingatkan, ibu Kades langsung mengambil langkah tegas. Satu bagian dari papan titian dicabut.

Ini artinya, si A dan teman temannya tak bisa kemana-mana lagi, kecuali mereka lompat ke laut dan berenang menuju darat.