KENDARI, TELISIK.ID - Seorang penjual minyak tanah, Haerudin (70) tetap menjalani profesinya, meski sudah banyak dari kalangan masyarakat yang menggunakan gas elpiji.

Setiap pagi, ia menggopoh minyak tanah yang sudah ditakar dalam botol-botol kecil sesuai ukuran harganya menggunakan keranjang, untuk dibawa di tempat penjualanya setiap hari di Jalan Pembangunan No.1, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat.

Haerudin menjual minyak tanah dengan tidak berharap banyak pada hasilnya, karena setiap hari kadang minyak tanah yang ia jual tidak laku ataupun paling dapat Rp 20 ribu.

Baca Juga: Kisah Ina La Udi Mecari Rezeki dengan Pungut Lumut Liar di Pantai Buton

"Laku juga, masih ada yang beli tapi kadang satu hari hanya Rp 20 ribu, mau bagaimana lagi harus kita syukuri dan menjalaninya," ucapnya, Kamis (13/7/2023).