Pemilihan pembangunan KEK MBTK ini, berdasarkan keunggulan geostrategis wilayah Kutai Timur, dimana kelak KEK MBTK akan menjadi pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta pusat bagi industri energi lainnya, seperti industri mineral, gas dan batu bara.
Untuk itu diharapkan pembangunan KEK MBTK, akan mampu menarik investasi sebesar Rp.34,3 Triliun dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 55.700 tenaga kerja hingga tahun 2025, dan dapat meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Kabupaten Kutai Timur sebesar Rp.4,6 Triliun, dan yang pasti dampak multiplier efeknya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
Sehingga dengan Doa dan harapan, masyarakat mendukung sepenuhnya pembangunan proyek strategis tersebut.
Baca juga: Hutang Penghalang Masuk Surga
Baca juga: Konsolidasi Nasional di Tengah Pandemi
