Kaum Nasionalis Terpinggirkan
Realitas kini dalam elit politik di Indonesia, elemen nasionalis tak terbantahkan mayoritas dalam kuantitas, namun minoritas dalam kualitas dalam struktur panggung kekuasaan politik yang dimenanginya.
Banyaknya elemen nasionalis yang cukup merasa puas sebagai pemenang hanya dengan mengumbar pernyataan atau idiom yang heroik dalam ungkapan politiknya, tapi sejatinya berjarak dengan ruang yang di perolehnya sebagai pemenang politik.
Jadi manakala nuansa yang terbangun dari sisi kedaulatan politik belum terpenuhi, dari sisi kemandirian ekonomi belum terealisasi, bahkan dari sisi budaya belum jadi primadona di negeri sendiri, maka kita perlu sampaikan ini sebagai sebuah peringatan bahwa kaum nasionalis itu terpinggirkan di panggung kemenangannya sendiri. (*)
