Ia mengakui memang ada usulan untuk menelaah kembali rumusan naskah sejarah Muna Barat, di mana didudukkan bersama tokoh masyarakat, tokoh agama khususnya tokoh pemekaran Muna Barat.
"Jadi tidak berbicara pengkultusan, mengedepankan seseorang, tetapi nanti diputuskan bersama bahwa sejarah ini kita luruskan, sesuaikan fakta aktual yang ada," pungkasnya.
Baca Juga: Angka Prevalensi Stunting di Wakatobi Turun Signifikan Hingga 13,5 Persen
Sejalan dengan itu, Pelopor pemekaran Kabupaten Muna Barat, La Ode Andi Muna, menuturkan bahwa dengan undangan terbuka yang dilakukan 2 Juli 2022 lalu, di mana melibatkan masyarakat, media, dan para tokoh adat, dan berbagai narasumber ini bertujuan untuk meluruskan atau bersama-sama merumuskan naskah sejarah lahirnya Kabupaten Muna Barat.
"Agar naskah sejarah itu lahir bukan atas dasar pikiran satu orang, maka dilakukan undangan secara terbuka untuk sama-sama kita dudukkan," tuturnya.
