Nastar kaopiku telah sering diikutkan dalam berbagai event di tingkat daerah maupun provinsi, termasuk bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Buton Selatan untuk mempromosikan produk ini hingga ke tingkat nasional.
Saat ini produk kue kering nastar kaopiku dijual secara online. Namun, Uliyani mengaku terkendala dalam sistem ongkos kirim (ongkir) untuk transaksi cash on delivery (COD).
Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu dalam memperluas pemasaran produk ini, dengan melibatkan reseller atau toko retail yang siap membeli dalam jumlah besar.
“Karena kami terkendala di pemasaran, kami berharap ada pihak retail yang siap membeli produk dalam jumlah banyak,” harap Uliyani.
Di dapur produksi, salah satu wanita tani Desa Bola, Samria, menjelaskan bahwa semua bahan baku nastar kaopiku berasal dari desa setempat. Salah satunya adalah sley, isian nastar yang terbuat dari buah nenas dan pepaya hasil panen warga.
