Pigai juga pernah mengikuti pendidikan nonformal, yaitu Pendidikan Statistika di Universitas Indonesia pada tahun 2004. Setahun kemudian mengikuti pendidikan Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Setelah itu ia mengikuti Kursus Kepemimpinan di Lembaga Administrasi Negara pada 2010-2011.

Di sela kesibukannya, Pigai juga menyisihkan waktu untuk menulis buku. Beberapa bukunya yang sudah terbit antara lain Evolusi Nasionalisme dan Sejarah Konflik Papua, Migrasi Tenaga Kerja Internasional, Anak Indonesia Teraniaya: Status kewarganegaraan Anak TKI di Malaysia, dan Tenaga Kerja Penyandang Cacat.

Sejauh ini Pigai telah banyak mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap menyelewengi hak-hak rakyat. Misalnya pemblokiran internet bagi masyarakat Papua.

Terlepas dari pro-kontra terhadap kritik yang disampaikan, satu hal yang nampak di publik, sejauh ini Pigai tak tersandung 'bagi-bagi kue'.

Namun, seperti kata pameo, di bawah kolong langit hal yang pasti adalah perubahan. Manusia bisa saja berubah sewaktu-waktu. Waktu jualah yang menguji keteguhan jati diri seseorang. (C)