"Tanpa hutan air akan kering, tanpa air manusia, hewan hingga ke okosistem laut akan sengsara. Jadi impaknya itu dari hilir ke hulu," ungkapnya.

Salah satu anggota tim ekspedisi Explore the Unseen, yang juga merupakan dokter hewan di Prancis, menambahkan bahwa Jepang pernah kehilangan ribuan warga akibat dampak logam berat.

"Hanya karena makan ikan yang sudah terkontaminasi dengan merkuri. Merkuri itu termasuk kromium, nikel dan lain-lain, walau hanya sedikit tapi kalau sudah menumpuk akan membunuhmu," ucap dokter hewan tersebut.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra, Hugua, mengakui bahwa jika seluruh kawasan Pegunungan Tangkelemboke dieksploitasi untuk penambangan secara maksimal, masyarakat berpotensi mengalami krisis air bersih.

Ia menegaskan bahwa peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjaga sumber daya alam. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan menjadi penghubung ke pemerintah pusat dalam menyampaikan potensi terjadinya kekeringan air bersih.