DAMASKUS, TELISIK.ID - Reformasi nilai mata uang dilakukan negara Muslim dengan menghapus dua angka nol, menata ulang sistem moneter nasional demi stabilitas transaksi, efisiensi pembayaran, dan penguatan keuangan domestik.
Bank sentral Suriah resmi meluncurkan pedoman terperinci terkait penerbitan mata uang nasional baru yang akan mulai diberlakukan pada 2026.
Kebijakan ini menandai langkah penting dalam reformasi moneter dengan menghapus dua angka nol di belakang nilai pound Suriah, sebagai upaya penyesuaian sistem keuangan yang lebih sederhana dan terstruktur.
Melansir Xinhua, Senin (29/12/2025), Gubernur Bank Sentral Suriah, Abdulkader Husrieh, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dijalankan melalui mekanisme penggantian langsung. Setiap uang kertas lama pecahan 100 pound Suriah akan ditukar menjadi 1 pound Suriah versi baru.
Baca Juga: Pintu Perang Dunia ke-3 Menuju Asia, Kim Jong Un Tekan Tombol 2 Rudal Jelajah Siap Tempur
