Nilai tukar ini bersifat administratif dan tidak mengubah jumlah riil uang beredar di masyarakat.
Proses penukaran mata uang dijadwalkan dimulai pada 1 Januari 2026 dan akan berlangsung selama 90 hari.
Bank sentral membuka kemungkinan perpanjangan masa penukaran apabila diperlukan, terutama untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan penukaran secara merata di berbagai wilayah.
Husrieh menegaskan bahwa reformasi ini tidak dimaksudkan untuk meningkatkan pasokan uang secara keseluruhan. Bank sentral memastikan langkah penghapusan dua nol dilakukan tanpa memicu tekanan inflasi tambahan, serta tetap menjaga stabilitas harga selama masa transisi berlangsung.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, uang kertas lama dan uang kertas baru akan beredar secara bersamaan selama periode transisi. Seluruh pelaku usaha, termasuk pedagang dan penyedia jasa, diwajibkan menerima kedua jenis mata uang agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa hambatan teknis.
