SURABAYA, TELISIK.ID - Mulai digelontorkannya bantuan langsung tunai untuk karyawan bergaji di bawah Rp 5 juta sebesar Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah, dinilai tidak adil.
Pasalnya, buruh tani dan nelayan juga merasakan dampak dari pandemi COVID-19, sehingga perekonomian kelompok masyarakat tersebut juga terpuruk.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Noer Sutjipto mengatakan, pemerintah diharapkan membantu juga perekonomian nelayan dan buruh tani yang ada di Indonesia.
“Selama ini mereka dilupakan sebagai yang terdampak COVID-19. Saya lihat program-program pemerintah selama pandemi ini tak ada yang mengarah membantu mereka,” jelas pria asal Trenggalek ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (31/8/2020).
Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan, pemerintah lebih memperhatikan kelas pekerja atau buruh untuk selalu disuntik pendapatannya.
