Samunu adalah seorang nelayan berusia 65 tahun, berasal dari Dusun Nambo, Kelurahan Tolandona Matanaeo, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.
Cuaca saat kejadian tercatat berawan dengan arah angin Timur-Barat Laut. Tinggi ombak berkisar antara 0,5 hingga 1 meter, dan kecepatan angin mencapai 0,5 hingga 11 knot. Operasi melibatkan berbagai unsur, termasuk Pos SAR Baubau, Pol Air Polres Baubau, Polsek Sangia Wambulu, Babinsa Sangia Wambulu, PMI Baubau, nelayan setempat dan keluarga korban.
Baca Juga: Seorang Nelayan Hilang di Perairan Karang Kapota Wakatobi
Berbagai alat dan kendaraan digunakan dalam pencarian ini, seperti RIB, longboat, rescue car, alat selam, aquaeye, dan peralatan keselamatan lainnya. Meski hasilnya tragis, operasi ini menunjukkan koordinasi yang erat antara lembaga-lembaga terkait
Sebelumnya, pada Jumat (24/11/2023) malam, Samunu keluar melaut menggunakan longboat untuk memasang jaring ikan di perairan Tolandona. Pukul 21.00 Wita, longboat korban ditemukan oleh nelayan Kalialia, namun Samunu tak kelihatan. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban mungkin terjatuh dari longboat. (C)
