Kata Nenek Tuni, dua tahun yang lalu ia dan ibunya tinggal di gubuk tak jauh dari tempat tinggalnya kini. Namun, gubuknya roboh dihantam angin kencang saat itu.
Sempat diajak anaknya untuk tinggal di Jakarta, namun Nenek Tuni memilih tinggal di Baubau dengan alasan suasananya lebih nyaman dan tidak mau merepotkan menantunya.
Keseharian Nenek Tuni mengurus ibunya yang sudah renta serta mencari nafkah dengan memungut kelapa milik salah satu dermawan di Kota Baubau. Sesekali juga mengurus padi milik orang di sekitar tempat tinggalnya.
Baca juga: Dari 60 Kasus Baru COVID-19 di Bombana, 14 di Antaranya Anak di Bawah Umur
Kelapa yang dipungut Nenek Tuni dijualnya sendiri di pasar. Pendapatannya pun tidak menentu, kadang Rp 20 ribu, kadang Rp 25 ribu, bahkan pernah hanya Rp 10 ribu yang didapatnya. Katanya, penghasilan tersebut kadang dipotong juga dengan ongkos sewa mobil.
