Rosdiana menerangkan, untuk memenuhi kebutuhan literasi 205 peserta didik yang ada pada sekolah dasar tersebut, pihak sekolah menciptakan sebuah inovasi belajar yang diberi nama pojok baca. Pojok baca ditempatkan pada tiap-tiap ruang belajar. Mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.
Baca Juga: Minim Siswa dan Fasilitas SDN 14 Konda Konawe Selatan Terancam Tutup
"Untuk meminimalisir itu, kami hadirkan pojok baca di setiap kelas. Di sana kita tempatkan buku-buku referensi sesuai kebutuhan siswa," ujarnya pada Telisik.id.
Ia menambahkan, fasilitas rumah dinas kepala sekolah dialihfungsikan sementara sebagai tempat menampung sisa buku-buku dari gedung perpustakaan yang sudah tidak layak pakai.
"Kita juga meminimalisir dengan mengalihfungsikan gedung yang dulunya rumah dinas kepala sekolah menjadi ruang perpustakaan darurat (sementara)," ungkap Rosdiana sambil menunjukkan kondisi ruang perpustakaan darurat tersebut.
