Lebih lanjut, ia menambahkan, tindakan pengerukan lumpur seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Lingkup Kota Kendari bukan solusi yang efektif untuk dilakukan, mengingat tindakan ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi serta lokasi yang cukup untuk menyimpan lumpur yang begitu banyak.

Jika kondisi ini terus terus terjadi tanpa adanya tindakan, tambah dia, maka dampak terburuk yang akan terjadi adalah ikon Sultra dan kota Kendari akan hilang, fungsi ekonomi, ekologi dan sosial Teluk Kendari juga akan hilang, tingkat kenyamanan kota Kendari akan berkurang akibat hilangnya Teluk Kendari.

Sementara itu, Dinas Lingkngan Hidup (DLH) Kota Kendari sejauh ini belum juga melakukan tindakan dalam upaya menyelamatkan Teluk Kendari, sebagai salah satu ikon Kota Kendari.

“Kalau di Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari belum ada upaya lebih yang dilakukan untuk ini, tapi kami ada menangani sampah – sampah di Teluk Kendari. Jadi setiap hari, turun untuk membersihkan sampah-sampah di sana,” kata Kepala Bidang Kebersihan Jalanan dan Lingkungan DLH Kota Kendari, Prayitno Riyadi, Selasa (23/11/2021).

Pihaknya juga menjelaskan, permasalahan sedimentasi di Teluk Kendari merupakan permasalahan yang cukup kompleks, mencakup lingkungan provinsi sehingga perlu adanya dukungan dari pemerintah provinsi. (B)