Saat itu, Jorge mengatakan ingin memasukkan Messi ke Newell’s dan Aparicio pun tak bisa menahannya. Pada 21 Maret 1994, Messi resmi menjadi pemain junior Newell’s dengan nomor ID 992313.
Salah satu alasan Messi tertarik bermain di Newell’s karena sang ayah pernah bermain untuk tim junior yang bermarkas di Stadion Marcelo Bielsa itu. Selain itu pada 1993, secara luar biasa Newell’s juga pernah diperkuat pesepakbola yang sukses besar bersama Timnas Argentina dan Napoli, Diego Maradona.
Karena alasan itulah, Messi kecil memiliki hasrat besar membela Newell’s. Kompetisi usia dini di Argentina begitu terstruktur, sehingga kualitas olah bola Messi semakin terasah dari pertandingan ke pertandingan.
Pada 1996, mengutip dari buku The Inside Story of The Boy Who Became a Legend, Newell’s mengikuti turnamen internasional Cantolao di Lima, Peru. Sebanyak 25 tim yang berasal dari Argentina, Cile, Kolombia dan Ekuador ambil bagian.
Di akhir kompetisi, Newell’s berhasil menjadi juara dan Messi yang baru berusia sembilan tahun menarik perhatian media-media internasional. Berkat kesuksesan di turnamen yang berhadiah piala lumba-lumba itu, Messi sering diundang ke acara pembukaan-pembukaan pertandingan untuk menunjukkan aksi juggling di tengah-tengah laga.
