“Urusan-urusan untuk orang fakir, orang mampu jangan tamak. Saat ada bantuan jadi orang fakir. Padahal gayanya kaya orang kaya, giliran bantuan orang fakir berebut,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa praktik tersebut berpotensi merugikan kelompok masyarakat yang sebenarnya berhak menerima bantuan sosial. Karena itu, kejujuran dan amanah dalam pendataan serta penyaluran bantuan menjadi hal yang penting untuk dijaga.

“Itu adalah manusia-manusia aneh. Semoga Allah menghindari kita dari mengambil hak-hak orang fakir,” tutupnya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin