Sebagian besar staf AP tidur di kantor itu sebelum serangan terjadi. Di tempat tersebut terdapat empat kamar tidur di apartemen lantai atas. Selama konflik antara Israel dan Palestina berlangsung, kantor berita internasional dipercaya sebagai tempat yang aman di Gaza.
Salah satu koresponden AP Fares Akram mengatakan dia sedang beristirahat di ruang atas ketika mendengar jeritan panik dari rekan-rekannya tentang perintah evakuasi.
Para staf buru-buru mengumpulkan peralatan dasar, termasuk laptop dan kamera sebelum menyelamatkan diri.
"Saya patah hati. Anda merasa seperti berada di rumah sendiri. Di atas segalanya, Anda memiliki kenangan Anda, teman-teman Anda. Anda menghabiskan sebagian besar waktu Anda di sana," kata Akram.
Sementara Al Jazeera menyiarkan serangan udara itu secara langsung saat bangunan mulai runtuh. "Saluran ini tidak akan dibungkam. Al-Jazeera tidak akan dibungkam," tutur penyiar Al JAzeera Halla Mohieddeen.
