Namun, pada Sabtu malam, rupiah tiba-tiba menguat drastis menjadi Rp 8.170 per dolar AS. Kenaikan ini menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat.
Melansir Bloomberg, rupiah masih tertekan terhadap dolar AS. Pada Sabtu (1/2/2025), rupiah berkurang 48,5 poin atau 0,30 persen menjadi Rp 16.304 per dolar AS.
Baca Juga: Sektor Pertanian Masih Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar di Sultra
Hal ini bertolak belakang dengan data yang ditampilkan Google Finance. Perbedaan ini semakin memperkuat dugaan adanya kesalahan teknis.
Kabar penguatan rupiah ini cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna WhatsApp Group (WAG) membahas kenaikan drastis ini.
