TEHERAN, TELISIK.ID - Nilai tukar rial Iran terus terperosok ke titik terendah, membuat Rp 20.000 kini setara jutaan rial di tengah tekanan inflasi, sanksi internasional, dan krisis ekonomi.
Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali mencatatkan pelemahan tajam dan menjadi sorotan global. Per Kamis, 15 Januari 2026, kurs rial di pasar terbuka menembus kisaran 1.065.000 per dolar Amerika Serikat.
Posisi ini menandai rekor terendah sepanjang sejarah mata uang tersebut dan mencerminkan tekanan ekonomi yang kian berat.
Jika dibandingkan dengan awal 2025, pelemahan ini tergolong drastis. Saat itu, nilai tukar rial masih berada di kisaran 42.000 per dolar AS. Artinya, dalam kurun waktu sekitar satu tahun, rial melemah lebih dari 2.400 persen.
Penurunan tajam ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi domestik.
