Baca Juga: Trump Ngotot Caplok Greenland, NATO Kirim Pasukan: Perang Dunia III di Depan Mata?
Melansir dari Kompas, Jumat (16/1/2026), dampak pelemahan juga terasa pada kurs terhadap rupiah. Data menunjukkan, Rp 1 setara sekitar 63,06 rial Iran. Dengan demikian, Rp 20.000 kini bernilai lebih dari 1,26 juta rial. Kondisi ini memperlihatkan betapa dalamnya depresiasi mata uang Iran di pasar global.
Kejatuhan rial terjadi di tengah krisis ekonomi yang berlarut. Inflasi tahunan Iran dilaporkan telah melampaui 42 persen, dipicu kenaikan harga pangan, perumahan, serta barang impor. Tekanan harga tersebut membuat biaya hidup melonjak, sementara pendapatan masyarakat tidak mengalami penyesuaian sepadan.
Dalam setahun terakhir, rial tercatat kehilangan sekitar 45 persen nilainya. Situasi ini memicu keresahan sosial di sejumlah kota. Aksi protes muncul sebagai respons atas mahalnya kebutuhan pokok dan ketidakpastian ekonomi yang terus membayangi kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Unik: Pria India Ini Klaim Minum 8 Liter Oli Mesin Bekas Tiap Hari Selama 33 Tahun
