WAKATOBI, TELSIK.ID - Kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Jaman Kita di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyoroti berbagai persoalan lingkungan, termasuk dugaan aktivitas tambang galian C ilegal.
Kegiatan tersebut berlangsung di Luna Coffeeshop, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Senin (25/5/2026) malam, dan dihadiri sejumlah pihak, mulai dari Kejaksaan Negeri Wakatobi, aktivis lingkungan dan HAM, hingga advokat di Wakatobi yang turut menjadi pemateri dalam forum diskusi.
Panitia juga mengundang pihak kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi. Namun, keduanya tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, aparat TNI terlihat berada di sekitar lokasi melakukan pemantauan dan tidak terlibat dalam forum diskusi.
Dalam sesi diskusi, isu tambang galian C menjadi salah satu topik utama yang disoroti peserta. Aktivitas tambang yang diduga ilegal itu dinilai belum mendapat perhatian serius maupun tindakan penegakan hukum.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Wakatobi, Reza Kharisma Wibowo, menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi berbagai proyek dan aktivitas yang berpotensi merugikan daerah, termasuk persoalan galian C.
