Menurutnya, akses terhadap pinjaman tidak hanya dibutuhkan masyarakat kelas menengah dan atas. Masyarakat dengan kondisi ekonomi lebih rendah juga memiliki hak memperoleh akses pembiayaan.

"Bahwa yang berhak mendapatkan akses pinjaman bukan hanya kelas menengah dan atas. Tapi masyarakat bawah berhak dapat pinjaman," ungkapnya.

Pembiayaan Pindar Tumbuh

Berdasarkan data yang disampaikan, outstanding pembiayaan Pindar pada November 2025 mencapai Rp94,85 triliun. Angka tersebut tumbuh 25,45 persen secara tahunan.

Pembiayaan melalui Pindar menjadi salah satu bagian dari sektor jasa keuangan non-bank. Namun, nilai tersebut masih berada di bawah total kebutuhan pembiayaan nasional.