"Merasa terharu mengingat adanya koban jiwa dalam massa aksi. Saya kayak tidak percaya senior-senior ada yang meninggal. Sedih sebenarnya tidak bisami tahan," kata Korima dengan ekspresi seduh dan menahan air mata, Sabtu (25/9/2021).
Baca Juga: Warga Kendari Dapat Memilih Vaksin yang Akan Digunakan
Baca Juga: DPRD Dukung Pembukaan Objek Wisata di Kendari
Mahasiswa yang lain, La Ode Muh. Ali Sabilah mengatakan, jatuhnya korban pada aksi September 2019 lalu telah menggoreskan luka di hati para mahasiswa.
"Ketika saya menonton flim dokumenter, ini merefleksi kembali tragedi dua tahun silam. Tewasnya dua orang saudara kita, Randi dan Yusuf memberikan luka, memberikan sakit," katanya.
