Selain itu, penguasaan bahasa asing seperti bahasa Inggris harus menjadi perhatian serius semua pihak karena dampak positif dari penguasaan bahasa asing secara terampil pasti membawa pariwisata NTT yang optimal.
"Pariwisata NTT harus ditata kelola dengan manajemen terbaik, sehingga pariwisata bisa merubah mindset atau SDM manusia agar lebih berkeadaban. Perlu diingat, bahwa malam API Award 2021 ini baru menjadi pekerjaan minimal, pekerjaan maksmimalnya adalah pariwsata harus bisa dikembangkan menjadi industri, dan memberi dampak yang maksimal bagi kemajuan ekonomi masyarakat NTT dan juga SDM," tuturnya.
Menurutnya, menjadi tuan rumah bukanlah pekerjaan yang main-main. Pekerjaan itu hanya bisa dilakukan dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja di luar kebiasaan atau out of the box.
"Mari kita komit untuk hasilkan SDM pariwisata yang berkualitas dan konsep ini juga memang harus diterapkan di tujuh destinasi prioritas sebagai Pariwisata Estate yang tengah dikembangkan masing-masing, seperti pantai Liman Semau Kabupaten Kupang , Fatumnasi Kabupaten TTS, Wolwal Kabupaten Alor, Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao, Lamalera Kabupaten Lembata, Pramaidita Kabupaten Sumba Timur dan Koanara Kabupaten Ende," tegasnya.
Baca Juga: Ini Alasan Kepala BNNP Sumut Terkait Kaburnya Lima Tahanan
