Namun, ia merasa optimistis setelah dua pekan terakhir berhasil meredam situasi dengan menjalin komunikasi intensif bersama tokoh-tokoh masyarakat Sultra, khususnya dari wilayah daratan.

“Alhamdulillah, berkat dukungan para tokoh, kekhawatiran saya mulai mereda,” tambahnya.  

Dalam pertemuan tersebut, Nur Alam dan Lukman Abunawas sepakat untuk memastikan bahwa Sultra tetap dipimpin oleh putra-putri asli daerah.

“Kami sepakat mempertahankan keutuhan Sulawesi Tenggara, termasuk memastikan kepemimpinannya tidak jatuh ke tangan orang luar,” tegas Nur Alam.  

Ia mengajak masyarakat Sultra untuk bersatu menjaga daerah yang telah dirintis oleh para pendahulu, karena menganggap Sulawesi Tenggara adalah rumah bersama. “Mari rawat rumah ini dengan baik agar tetap diurus oleh putra-putri asli daerah,” ajak Nur Alam.