Ayah Nur Aprilia hanya bekerja sebagai kuli panggul di pasar, sedangkan Ibu bocah ini terpaksa harus pulang ke kampung halaman di Desa Siribatara, Kabupaten Buton untuk berkebun demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut istilah medis penyakit yang diderita oleh bocah ini yaitu hirschsprung atau kelainan usus besar. Kelainan yang terjadi ketika ada sel saraf di bagian usus besar yang menghilang. Kelainan ini bersifat bawaan sejak dalam kandungan, dan terjadi ketika bayi dilahirkan.

"Untuk sembuh, penderita harus segera dioperasi," ujar Dokter Aminuddin Aumane SPa selaku Dokter spesialis anak yang juga memeriksa Nur Aprilia.

Saat ini orang tua berharap anaknya bisa hidup normal seperti anak-anak pada umumnya. Tentunya orang tua sangat mengharapkan uluran tangan dermawan untuk membantu pembiayaan Nur Aprilia, demi kesembuhan anak semata wayangnya. (B)

Reporter: Ridwan Amsyah