Di pilihnya pulau Kalimantan sebagai ibukota negara Indonesia, oleh pemerintahan Jokowi sejatinya dulu juga pernah terjadi di era Pemerintahan Bung Karno pada tahun 60-an.
Namun pada saat itu Bung Karno lebih memilih Kota Palangka Raya di Provinsi Kalimantan Tengah sebagai calon ibukota, bukan di Kalimantan Timur sebagaimana pilihan Presiden Jokowi saat ini.
Adapun alasan Bung karno ingin memindahkan ibukota dari Jakarta, beliau memprediksi bahwa kedepan dengan pertambahan penduduk yang sangat cepat, maka secara geografis dan geopolitik sudah tidak akan mampu lagi menanggung beban dan fungsinya.
Dan pemilihan Palangka Raya sebagai ibu kota pada saat itu mendapat dukungan penuh dari warga setempat, khususnya suku Dayak. Hal itu ditunjukkan hampir setiap bulan mereka mengirimkan delegasi ke Jakarta untuk bertukar pikiran dengan Presiden Soekarno di Istana Merdeka tentang rencana tersebut.
Hanya saja setelah Bung Karno memerintahkan dilakukan penelitian lebih lanjut, ternyata tanah di kawasan Palangka Raya merupakan tanah gambut yang tidak mungkin menahan beban bangunan pencakar langit yang rencananya akan dibangun di sana, sehingga rencana tersebut dibatalkan.
