Menurut Sejarawan Samarinda Muhammad Sarip, bahwa "Nusantara” sebenarnya merupakan toponimi (nama tempat) wilayah di timur Kalimantan sebelum dicetuskannya nama Kutai pada tahun 1300-an Masehi oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti.

Hal tersebut merujuk pada tulisan Solco Walle Tromp berjudul Uit de Salasila van Koetei, dalam Journal of The Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, terbitan Brill, 1 Januari 1888. SW Tromp tersebut merupakan sosok yang pernah menjabat Asisten Residen Oost Borneo dan meneliti manuskrip Salasilah Kutai.

Baca Juga: Bulog Dikungkung Utang, Apa Kabar Ketahanan Pangan Negara

"Dalam penelitiannya, Solco Walle Tromp menulis bahwa menurut tradisi lisan setempat, sebelum Kutai menjadi nama kerajaan, kala itu wilayahnya menyandang nama Nusantara. Teks asli versi Tromp dalam bukunya yang berjudul Uit de Salasila van Koetei adalah Noesëntara,".

Dan ini sejalan dengan pendapat Ridwan Saidi Budayawan Betawi, yang mengatakan bahwa Istilah 'nusantara' ini adalah dari bahasa Melayu lama.