Agus yang juga merupakan Presedium Barisan Muda Muna Barat (BMMB) sangat mengapresiasi langkah Pj Bupati, Bahri yang telah membuka tabir tersembunyi di Dinkes.
"Selama ini ada indikasi tersistematis dan masif untuk melakukan upaya kejahatan. Pak Pj bupati diharapkan bisa mengungkap semua itu, karena kita curiga ada modus lain didalamnya," ungkapnya.
Bicara pengadaan obat, Agus menilai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tidak serius. Buktinya, pada LHP BPK tahun 2019-2020, sama sekali tidak ada alokasi anggaran untuk pengadaan obat. Anggaran lebih cenderung digunakan untuk pengadaan alat kesehatan (alkes), kendaraan dinas (randis) dan perabot-perabot dinas.
Baca Juga: Ibu di Buton Tengah Pergoki Anaknya Berhubungan Intim dengan Pacar
"Anggaran yang Dinkes terima untuk memberikan pelayanan maksimal kesehatan tidak terwujud," timpalnya.
