Dengan demikian, maraknya ojek online membuat ojek konvensional lebih terpinggirkan, bahkan banyak dari mereka lebih memilih beralih ke ojek online. Ada juga yang lebih memilih untuk berhenti dari profesi mengojek di karenakan penghasilan yang semakin berkurang.
"Kalau masalah penghasilan itu bersihnya tinggal Rp 50 ribu, belum lagi kalau ada keperluan lain-lain. Sebelum maraknya ojek online itu dalam per hari bisa Rp 200 ribu atau Rp 100 ribu lebih, sudah jelasmi itu. Sekarang susahmi," tambah pria berusia 23 tahun yang sering mangkal di gerbang kampus UHO Kendari tersebut. (B)
Reporter: Anis Alfian
Editor: Fitrah Nugraha
