Mirisnya, meski beresiko, driver tersebut sangat minim alat pelindung diri (APD).

"Bagaimana lagi, sudah profesi kami begini. APD atau masker tidak ada, kita berharap diberikan bantuan oleh pemerintah atau unsur terkait," imbuhnya.

Esy, driver ojek pangkalan di depan Pasar Mandonga juga berharap hal serupa. Ia berharap pihaknya diayomi, diperhatikan, dan mendapatkan bantuan untuk menyambung hidup di tengah ketidakpastian penghasilan.

 

Reporter: Dul