KENDARI, TELISIK.ID - Setelah Jembatan Teluk Kendari diresmikan pada 22 Oktober 2020, sebanyak 30 ojek perahu atau papalimbang di Dermaga Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, harus memutar otak bagaimana menyambung hidup.
Bagaimana tidak, hadirnya jembatan sepanjang 1,349 kilometer membuat 30 ojek perahu nyaris kehilangan pekerjaan yang sudah dijalani selama puluhan tahun.
Namun dari mereka, ada yang tidak memiliki pilihan lain, sehingga terpaksa harus bertahan sebagai ojek perahu di bawah megahnya Jembatan Teluk Kendari.
La Ode Alifu (55) salah satunya. Ia memilih bertahan menjadi ojek perahu walaupun untung-untungan ada yang mau menumpangi perahunya.
"Teman-teman sudah banyak yang kerja di tempat lain. Saya di sini saja walupun hasilnya kadang-kadang. Belum ada juga pekerjaan lain yang bisa dikerja," katanya, Sabtu (18/9/2021).
