"Tetap saya jalani saja seperti ini," katanya.
Saat ini, tarif papalimbang tidak menentu, tergantung kesepakan antara penumpang dengan papalimbangnya.
Sementara itu, salah seorang penumpang, Tiwi (23) berharap papalimbang dapat tetap bertahan meski harus melintas di bawah jembatan yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp 804 miliar itu.
Menurutnya, naik ojek perahu jauh lebih menyenangkan karena bisa menikmati keindahan teluk serta sejuknya sunset.
"Papalimbang harus tetap ada. Masyarakat yang mau berwisata sambil menikmati sunset bisa naik perahu," katanya. (B)
