Dia menambahkan bahwa proses perumusan kebijakan ini membutuhkan waktu karena melibatkan banyak aspek, termasuk kompleksitas sistem kerja para pengemudi ojol.

"Itu yang sebagai bagian dari yang sedang kita bahas sekarang. Jadi mencari formula yang kemudian bisa mengcover kompleksitas tadi. Jadi kompleksitasnya itu dari jenis angkutannya, layanannya, kemudian jam kerjanya," jelasnya.

Baca Juga: Prabowo Siapkan THR ASN dan TNI-Polri 2025 Rp 50 Triliun, Simak Bocoran Jadwal Pencairannya

Pihak aplikator menyatakan siap untuk memberikan THR kepada mitra pengemudi mereka. Beberapa perwakilan aplikator menyampaikan kesiapan mereka dalam diskusi bersama pemerintah.

"Beberapa pengusaha responnya siap. Buktinya beberapa kali kami diskusi itu ada sebuah terkait dengan kontennya itu menurut saya terjadi diskusi. Jadi bukan kekeuh-kekeuhan tapi kemudian mencoba saling memahami," kata Yassierli.